Yum-Presto "teman" si miskin bandwidth

Kali ini saya akan membahas tentang instalasi yum-presto di centos 6.

apa itu yum-presto ????
The presto plugin for yum adds support for downloading deltarpms and using them to generate new packages. If user enables this plugin, it will make a substantial dent in the amount of data having to be downloaded for updates.

atau lebih singkatnya (maaf kalau salah) yum presto digunakan untuk meng-compress paket (update) sebelum di downoad oleh si server (kita). Berikut ini contoh penggunaan yum-presto

Download delta size : 15 M (seharusnya 72 M )
gimana? enak kan, khususnya ini sangat membantu jaringan dengan bandwidth minim (seperti saya) hehe.
tapi nggak semua paket bisa di compress, ini contohnya :

paket yang berhasil di compress sebesar 45 M menjadi 15 M (hemat 67 %). Kemudian ada paket lain yang nggak bisa di compress yaitu sebesar 28 M, terpaksa download lagi 28 M :(


Baik langsung saja step-stepnya seperti berikut :

1. Install dulu repo epel (jika belum)
# rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/i386/epel-release-6-8.noarch.rpm

2. Tambahkan repository dari : http://rpmfusion.org/Configuration 
# yum localinstall --nogpgcheck http://download1.rpmfusion.org/free/el/updates/6/i386/rpmfusion-free-release-6-1.noarch.rpm http://download1.rpmfusion.org/nonfree/el/updates/6/i386/rpmfusion-nonfree-release-6-1.noarch.rpm

3. Kemudian install yum-presto
# yum install yum-presto
4. Sekarang coba lakukan update
# yum update 
Sekian....

Instalasi DHCP Server Debian

Untuk DHCP server yang digunakan kali ini adalah eth1 (lan) dengan net id (192.168.5.0/24). Saya akan membuat range/pool untuk 30 client (30 IP).

INSTALASI

root@router:~# apt-get install isc-dhcp-server
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
Suggested packages:
  isc-dhcp-server-ldap
The following NEW packages will be installed:
  isc-dhcp-server
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 0 B/936 kB of archives.
After this operation, 2,225 kB of additional disk space will be used.
Media change: please insert the disc labeled
 'Debian GNU/Linux 7.1.0 _Wheezy_ - Official i386 DVD Binary-2 20130615-21:54'
in the drive '/media/cdrom/' and press enter

kita diminta untuk memasukkan DVD repository (DVD 2) ke dalam DVD-ROM,karena paket isc-dhcp-server memerlukan paket yang berada di DVD 2. Masukkan DVD 2,kemudian tekan ENTER.

Generating /etc/default/isc-dhcp-server...
[FAIL] Starting ISC DHCP server: dhcpd[....] check syslog for diagnostics. ... failed!
 failed!
invoke-rc.d: initscript isc-dhcp-server, action "start" failed.

Muncul pesan di atas setelah proses instalasi selesai merupakan hal yang wajar,itu terjadi karena konfigurasi dhcp server masih belum sesuai. (kan emang belum di konfigurasi :D)

KONFIGURASI

File konfigurasi dhcp server terletak di /etc/dhcp/dhcpd.conf, sesuaikan konfigurasi pada file tersebut agar sesuai dengan topologi yang kita buat.
root@router:~# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
cari bagian berikut
# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
#  range 10.5.5.26 10.5.5.30;
#  option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
#  option domain-name "internal.example.org";
#  option routers 10.5.5.1;
#  option broadcast-address 10.5.5.31;
#  default-lease-time 600;
#  max-lease-time 7200;
#}

Bagian yang saya warnai merupakan bagian yang akan kita rubah yang lain biarkan saja default,hati hati terhadap “spasi” “titik” dan “kurung kurawal” karena sebagian besar mengalami kegagalan karena ada satu titik yang terdelete.
hasilnya sebagai berikut:

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.5.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 192.168.5.100 192.168.5.130;
  option domain-name-servers 8.8.8.8,8.8.4.4;
  option domain-name "smkn1kediri.edu";
  option routers 192.168.5.1;
  option broadcast-address 192.168.5.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}

Keterangan :
subnet 192.168.5.0 netmask 255.255.255.0  
merupakan alamat net ID jaringan kita(LAN)  serta netmask yang kita gunakan (sesuai dengan IP eth1)

range 192.168.5.100 192.168.5.130;
merupakan alamat IP yang akan diberikan ke client,perhatikan spasi dan titik koma (;)

option domain-name-servers 8.8.8.8,8.8.4.4;
alamat DNS server yang akan dipakai client,jika lebih dari satu pisahkan dengan koma (,)

option domain-name "smkn1kediri.edu";
domain jaringan LAN atau biasa disebut DNS prefix

option routers 192.168.5.1;
merupakan IP gateway untuk client, clue : IP gateway secara default adalah IP router (eth1)

option broadcast-address 192.168.5.255;
alamat broadcast dari network kita

Jika sudah,jangan lupa start service dhcp servernya
root@router:~# /etc/init.d/isc-dhcp-server start
[ ok ] Starting ISC DHCP server: dhcpd.

PENGUJIAN

Setting IP Client menjadi otomatis,
Pengaturan IP di Client di set Otomatis

Client mendapatka IP secara Otomatis

  

Jika konfigurasi DHCP server sudah benar & running,maka client akan mendapat IP secara otomatis dan sesuai dengan range yang kita berikan.

Install Mono di ClearOS 6

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting Cara Update Jibas di Linux , kali ini saya akan membahas tentang instalasi paket yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Jibas Live Update tersebut yakni Mono Runtime.
Apa itu Mono Rutime ???
Mono adalah sebuah proyek yang dipimpin Novell (dulunya oleh Ximian) untuk membuat suatu ECMA compliant standar sekumpulan peralatan - peralatan kompatibel .NET, meliputi salah satunya C# kompiler dan suatu Common Language Runtime. Mono dapat berjalan pada Linux, FreeBSD, UNIX, Mac OS X, Solaris dan komputer - komputer berbasis Windows.
setidaknya itulah yang dikatakan oleh Wikipedia :D

Untuk instalasi Mono di debian cukup mudah karena paket mono sudah dipaketkan sedemikian rupa sehingga kita tinggal install dengan satu perintah.

Namun beda lagi dengan distro turunan RHEL,seperti ClearOS dan CentOS. Mereka tidak memiliki paket mono yang tinggal install,sehingga kita perlu menginstall secara manual (compile).

baiklah langsung saja,
1. Sebelum mengcompile mono,pastikan development tools sudah terinstall. Jika belum, install dengan perintah berikut
# yum-config-manager --enable clearos-core
# yum --enablerepo=clearos-developer,clearos-epel install clearos-devel
2. Kemudian download source code mono, dan lakukan proses build
# cd /usr/local/src 
# wget http://download.mono-project.com/sources/mono/mono-3.0.1.tar.bz2
# tar vjxf mono-3.0.1.tar.bz2
# cd mono-3.0.1
# ./configure --prefix=/opt/mono
# make && make install
Prosses compile akan memakan waktu yang cukup lama, kalau nggak sabar nunggu monggo facebook an dulu.
3. Setelah proses compile selesai, cek dengan perintah berikut
# /opt/mono/bin/mono -V
4. Agar lebih mudah saat proses eksekusi, buat symlink dari /opt/mono/bin/mono ke /bin/mono
# ln -s /opt/mono/bin/mono /bin/mono
# mono -V 

Jibas Live Update CLI

 Mungkin anda yang mengaplikasikan Jibas pada sistem operasi Linux sempat dibingungkan soal live update jibas. Jibas memang memiliki aplikasi client yang berfungsi untuk melakukan update secara online. Baru baru ini Jibas merilis aplikasi live update untuk pengguna Linux,yakni melalui Command Line (Terminal). Berikut ini langkah langkah menggunakan Jibas Live Update via CLI.
   

1. Pastikan Jibas telah terinstall dengan benar, jika belum ikuti tutorial berikut.
2. Download aplikasi Jibas Live Update melalui situs resmi jibas di sini
# wget http://www.jibas.net/res/jibas/jibas.live.update-3.3.zip
3. Kemudian ekstrak file tersebut
# unzip jibas.live.update-3.3.zip
4. Edit file konfigurasi jibas live update
# cd jibas.live.update-3.3/console/
# nano config.ini
5.  Berikut ini konfigurasi standar jibas live update
#-----------------------------------------------------
# CONFIGURATION VALUES FOR JIBAS LIVEUPDATE CONSOLE
#-----------------------------------------------------

# -- CLIENT INFORMATION ---------------------
CLIENTID =                                               # nama sekolah

# -- DATABASE SETTING -----------------------
DBSERVER = localhost                             # ip MySQL Server
DBPORT = 3434                                         # port MySQL
DBNAME = jbsclient
DBUSER = root                                          # user MySQL
DBPASSWORD = kebersamaan              # password MySQL

# -- DIRECTORY SETTING ----------------------
INSTALLDIR = C:\YIM\JIBAS\xampp\htdocs\jibas              # lokasi "root" jibas di install

edit sesuai kebutuhan,kurang lebih seperti ini
#-----------------------------------------------------
# CONFIGURATION VALUES FOR JIBAS LIVEUPDATE CONSOLE
#-----------------------------------------------------

# -- CLIENT INFORMATION ---------------------
CLIENTID = SMKN 1 Ngawen

# -- DATABASE SETTING -----------------------
DBSERVER = 10.10.10.1
DBPORT = 3306
DBNAME = jbsclient
DBUSER = root
DBPASSWORD = kebersamaan

# -- DIRECTORY SETTING ----------------------
INSTALLDIR = /home/html/jibas.smkn1ngawen.edu/jibas/

kemudian simpan

6. Untuk menjalankan aplikasi Jibas Live Update, memerlukan paket mono runtime jika belum diinstall install dengan perintah berikut

Debian / Ubuntu
# apt-get install mono-complete
RHEL / CentOS
silakan ikuti langkah langkah berikut
7.  Jalankan aplikasi jibas live update
 # mono updatejibas.exe
8. Jika terjadi error seperti berikut:
14:29:46 Tidak dapat menghubungi basis data JIBAS!
14:29:46 Authentication to host '10.10.10.1' for user 'root' using method 'mysql_native_password' failed with message: Access denied for user 'root'@'server.smkn1ngawen.edu' (using password: YES)
itu disebabkan karena jibas tidak menggunakan user mysql yang benar,
masuk ke console MySQL 
# mysql -u root -p
Enter password:                                 #isikan password root mysql

masukkan perintah berikut ke console MySQL
GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO `root`@`10.10.10.1` IDENTIFIED BY 'kebersamaan';
kemudian
quit;
 9. ulangi perintah nomor 7
 # mono updatejibas.exe
proses update sedang berlangsung
Jika sudah selesai lihat pada halaman home jibas
Jibas telah berhasil di update

Mengaktifkan NIC di Linux


Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama etho, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface local Loopback diberi nama lo. Untuk mengetahui interface mana saja yang terpasang dan aktif pada server Debian, gunakan perintah ifconfig seperti berikut.


Hasil di atas menunjukkan bahwa hanya ada 1 interface yang aktif yaitu interface loopback (lo). Untuk mengecek semua interface (baik yang up maupun yang down) gunakan perintah ifconfig –a.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa ada 2 interface yang terdeteksi di PC debian kita,interface lo dengan ip 127.0.0.1 dan interface eth0 yang belum memiliki IP address.
Untuk mengaktifkan interface eth0 bisa menggunakan perintah ifconfig eth0 up

Pengenalan Hak Akses User pada linux

Dalam Linux, pembagian hak akses user dibedakan menjadi dua,yaitu user biasa dan super user (root).
Dengan hak akses super user, kita diperbolehkan merubah, menambah, dan menghapus file konfigurasi system yang ada. Berbeda dengan user biasa, yang memiliki hak akses terbatas.
Perbedaan antara user biasa dan super user, ditandai dengan symbol “$” dan “#” pada terminal. Untuk login ke super user, gunakan perintah su.
Catatan:
-          Saat menggunakan “su” kita menggunakan password root
-          Saat menggunakan “sudo su” kita menggunakan password user kita

agus@server:~$ whoami
agus
agus@server:~$

tampilan di atas menunjukkan kita login sebagai user biasa dan memiliki hak akses yang terbatas. Coba ketikkan perintah “apt-get update” pasti akan muncul peringatan seperti di bawah ini

agus@server:~$ apt-get update
E: Could not open lock file /var/lib/apt/lists/lock - open (13: Permission denied)
E: Unable to lock directory /var/lib/apt/lists/
E: Could not open lock file /var/lib/dpkg/lock - open (13: Permission denied)
E: Unable to lock the administration directory (/var/lib/dpkg/), are you root?
agus@server:~$

hal di atas dikarenakan user yang saat ini digunakan (agus) merupakan user biasa dan tidak boleh menjalankan perintah tersebut,coba sekarang masuk ke mode root dengan perintah “su” kemudian ulangi perintah di atas,maka perintah tersebut akan berjalan.
agus@server:~$ su
Password: (isikan password root)
root@server:/home/agus# apt-get update
Ign cdrom://[Debian GNU/Linux 7.1.0 _Wheezy_ - Official i386 DVD Binary-1 20130615-21:54] wheezy Release.gpg
Ign cdrom://[Debian GNU/Linux 7.1.0 _Wheezy_ - Official i386 DVD Binary-1 20130615-21:54] wheezy Release
Ign cdrom://[Debian GNU/Linux 7.1.0 _Wheezy_ - Official i386 DVD Binary-1 20130615-21:54] wheezy/contrib i386 Packages/DiffIndex
Ign cdrom://[Debian GNU/Linux 7.1.0 _Wheezy_ - Official i386 DVD Binary-1 20130615-
Reading package lists... Done
…

root@server:/home/agus#

Cara install Loopback adapter di windows 7


       Apa sih yang di namakan Loopback Adapter itu? loopback adapater adalah sebuah virtual Network Adapter “klo biasanya sistem operasi yang di virtualkan kali ini network adapternya yang di virtualkan” , jadi intinya memvirtualkan Nework adapter, membuat komputer yang sebenarnya standalone seperti sedang terkoneksi ke jaringan/switch atau juga komputer yang lain (network dalam keadaan connected) . Loopback adapter bisanya di gunakan untuk menghubungkan antara sistem operasi yang sedang runing dengan  sistem operasi yang ada di virtual machine (Virtualbox,VMware) selain itu berguna untuk menginstall aplikasi-aplikasi yang mewajibkan Netowrk dalam keadaan connected (IP up) salah satunya pada saat instalasi Active Directory pada Windows server.

Selain menggunakan Loopback Adapter bawaan dari system operasi keluarga windows kita juga bisa membut sendiri loopback adapter (hardware) dengan menggunakan jack RJ 45 dengan menghubungkan kabel 1 dengan kabel 3 dan kabel 2 dengan kabel 6. dimana kabel 1 dan 2 merupakan transceiver pemancar sinyal dan kabel 3 dan 6 sebagai Receiver yang merupakan penerima sinyal.

Ok kita lanjutkan untuk membuat Loopback adapter pada Windows 7,langkahnya cukup mudah (hanya dalam 2 menit kita sudah bisa membuat loopback adapter). Untuk lebih jelasnya silakan lihat video bisu di bawah ini :D